Tuesday, 9 June 2009

olahan nanas

SELAI NANAS
Untuk membuat selai harus dipilih nanas yang cukup tua. Nanas yang masih muda terlalu
asam sehingga akan menurunkan mutu selai. Nanas yang terlalu masak jangan digunakan karena kandungan airnya tinggi dan warnanya kurang menarik.
Langkah - langkah pembuatan Selai Nanas :
a.) Bahan
- Buah nanas matang optimum
- Gula pasir
- Pektin
b.) Alat
- Pengaduk
- Alat penggiling/blender
- Pisau
- Kompor
- Kain saring
- Dandang
c.) Cara pembuatan
-
Buah Nanas yang digunakan untuk pembuatan Jelly dipilih nanas yang masak optimal dan tidak luka atau busuk
- Nanas yang sehat dan masak optimal dikupas kulitnya dan dihilangkan matanya sampai bersih
- Nanas kupasan kemudian dicuci dengan air hingga bersih
- Nanas yang sudah bersih dihancurkan sampai bentuk bubur
- Dengan menggunakan blender atau alat pemarut kelapa bubur nanas dimasak sampai mendidih kemudian ditambah gula pasir sebanyak 50% sampai larut.
- Bubur nanas masak disaring dengan menggunakan kain
- Air hasil saringan dimasak dan ditambah pektin. Pektin yang digunakan sebanyak 1gram/100gr. Pemasakan diteruskan sampai kental sambil diaduk.
- Dalam keadaan masih panas jelly dimasukkan ke dalam botol kemasan.
- Jelly nanas siap untuk dipasarkan


MANISAN NANAS
Buah-buahan dapat diolah menjadi manisan, termasuk pula buah nanas.
Bahan : buah nanas, gula, sodium meta bisulfit/natrium benzoate


DODOL NANAS
Langkah - langkah pembuatan dodol nanas :
a.) Bahan
- Buah nanas matang optimum
- Tepung beras ketan
- Santan kelapa
- Gula Pasir
b.) Alat
- Wajan
- Pengaduk
- Alat penggiling/blender
- Kompor
- Cetakan/baki
c.) Cara pembuatan dodol nenas :
- Nanas dikupas kulitnya dan dihilangkan matanya kemudian dicuci dan dipotong kecil agar mudah dilakukan penggilingan/ penghancuran.
- Daging nanas dihancurkan dengan cara diparut atau diblender
- Campurkan nanas yang sudah dihancurkan, dengan santan kental (1 butir kelapa/1 kg nenas), tepung beras ketan 5 % dan gula pasir (jumlahnya menurut selera).
Tepung beras ketan digunakan sebagai bahan campuran dan bahan pengikat agar diperoleh tekstur yang dikehendaki. Sedangkan fungsi gula antara lain untuk memberikan aroma,rasa manis, sebagai pengawet dan untuk memperoleh tekstur tertentu.
- Adonan tersebut dimasak hingga agak kering. Pemasakan adonan dodol sampai menjadi kental,liat dan dari adonan keluar minyak. Hal ini dapat terlihat dari adonan sudah tidak lengket ke wajan.
- Angkat dan masukkan dalam cetakan.
- Apabila sudah dingin, dipotong-potong dengan ukuran menurut selera kemudian dikemas dengan plastik.
- Pengemasan dodol


NATA DE PINA
Nata merupakan selulosa yang dibentuk oleh bakteri Acetobacter xylinum, berkalori rendah, dan memiliki kadar air + 98 %. Selain daging buah, limbah nanas seperti kulit buah, mata, dan empulur juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan nata de pina.
Langkah langkah Pembuatan Nata de pina :
a.) Bahan–bahan :
- limbah buah nanas adalah starter nata gula
- urea
- air bersih
- asam asetat (asam cuka)
b.) Alat :
- timbangan
- gelas
- kompor
- kertas koran
- kain flannel / saringan
- pengaduk
- wadah/baki untuk pembiakan
c.) Cara Pembuatan :
- penyiapan limbah menjadi larutan dengan cara diblender dan selanjutnya dipisahkan antara bagian padatan dan cairan.
- Cairan ini kemudian ditambahkan gula pasir dan urea (dengan takaran masing-masing 30 g dan 4 g per liter hasil blenderan) dan diaduk hingga larut.
- Bahan direbus dipanaskan dan dibiarkan pada kondisi mendidih selama 10 – 15 menit untuk tujuan sterilisasi media.
- Busa dan kotoran yang timbul selama pendidihan dibersihkan.
- Ke dalam masing-masing larutan media ditambahkan asam asetat glasial dengan perbandingan 10 mL per liter air hasil blenderan, diaduk hingga merata lalu diangkat dari tungku / kompor dan dibiarkan dingin dalam kondisi tertutup.
- Setelah dingin, ditambahkan starter nata dan diaduk kembali.
- Selanjutnya cairan media fermentasi ini dituang ke dalam wadah/baki.
- Kemudian baki tersebut ditutup dengan kertas koran yang bersih, lalu diikat dengan tali karet / rafia.
- Proses inkubasi dilakukan kira-kira selama 2 minggu. Baki dibiarkan pada ruang kamar dan jangan samapi terkena panas matahari secara langsung. Produk nata yang dapat dipanen setelah mencapai ketebalan 1-2 cm.
- Lembaran nata yang ada di permukaan diambil dan dilakukan pencucian sampai nata tidak asam.


SERAT NANAS
Kain dari serat nanas sudah mulai dikenal di masyarakat. Serat nanas diperoleh dengan mengerik daun nanas secara manual menggunakan piring atau sendok. Benang dari serat nanas (sebagai pakan) akan ditenun bersama dengan lungsi (bahan dasar membuat kain).
Bahan : serat daun nanas



NANAS


Manfaat Buah Nanas :
a. kulit nanas berfungsi untuk membersihkan batu marmer
b. Daun nanas berfungsi sebagai piretik (penurun panas)
c. buah nanas mengandung:
1. Vitamin C yang cukup tinggi atau sekitar 12 mg dalam 78 gr nanas.
2. phitochemical yang baik untuk kesehatan.
Phitochemical adalah zat, bukan gizi yang dapat dijumpai pada tumbuhan yang memilki aktifitas biologi yang menguntungkan tubuh, yakni sebagai antioksidan dan dapat menurunkan pH tinggi sehingga dapat mengontrol asam lambung.
3. enzim bromelain yang dapat mengubah protein pada susu daging dan gelatin sehingga membuat bahan makanan menjadi basah. Karena sifatnya itu, nanas dapat mengempukan daging dengan meletakkan potongan nanas di atasnya, namun jangan terlalu lama supaya tidak mengalami kelembekkan.


Nanas dapat dikonsumsi secara segar namun bila produk berlimpah maka second produk pun memiliki banyak keuntungan. Selain menyelamatkan hasil panen, pengolahan buah nanas juga dapat memperpanjang umur simpan, diversifikasi pangan dan meningkatkan kualitas maupun nilai ekonomis buah tersebut. Produk olahan nanas dapat berupa makanan dan minuman, seperti : selai nanas dan selai nanas lembaran, saus nanas, keripik nanas, kerupuk nanas, sari buah nanas, dodol nanas, manisan buah kering dan puree nanas.

Sari buah nanas adalah cairan yang diperoleh dari proses ekstraksi buah nanas. Sari buah tersebut terbagi dua, ada yang dapat diminum langsung dan ada yang difermentasi menjadi minuman kesehatan.

Nanas beserta produk olahannya tidak hanya sekedar untuk dikonsumsi sebagai olah pangan, tapi juga dapat dimanfaatkan pada bidang lain, seperti: pertanian, kosmetik, farmasi, sampai bahan untuk tekstil alami (serat alami).

Monday, 1 June 2009

tips memillih buah

Berikut Ciri-ciri buah yang bagus dan segar :

Apel

Buah ini seharusnya keras jika ditekan dan renyah saat digigit. Jika anda dapat menekan permukaan buah dengan jari, ini pertanda akan terasa mengecewakan jika dimakan. Buah ini mungkin hanya dapat bertahan selama beberapa minggu di lemari pendingin.

Alpukat
Alpukat bila dikocok maka berbunyi klotak klotak tandanya sudah matang krn bijiny sudah lepas dari daging buahnya dan kulitnya yang sudah matang biasanya hijau mulus.

Duku
Kulitnya tipis, lembut dan agak hitam

Durian
Durinya yang melebar dan daging durinya sudah agak lunak, aromanya yang harum dan kuat, kulitnya tdk ada yg bolong, kalau dipukul2 bunyinya buk ..buk…berat mantap, potong tangkainya, kalau tengahnya kuning berarti bagus.

Jeruk

Pilihlah buah yang tidak lembek dan berkulit mulus. Warna kulit tidak menjamin akan rasanya. Buah yang berukuran kecil hingga sedang biasanya terasa lebih manis dari pada yang lebih besar. Simpan buah jeruk ditempat yang sejuk, dan ini akan bertahan hingga beberapa minggu.

Kiwi

Buah ini masak dengan baik secara keseluruhan, tapi berproses secara perlahan, jadi belilah kiwi seminggu sebelum Anda menggunakannya. Pilih buah yang gemuk dan padat tapi jangan diguncang terlalu kuat.

Mangga
Bonggolnya (ujung tangkainya) berwarna kuning/kekuningan, bau harum sampai ke ujung buah.

Manggis
Pilih yang kulitnya lembut dan tidak begitu keras bila ditekan, warnanya ungu tua segar. Raba seluruh permukaan, jika ada yang masih keras tandanya bagian tersebut belum matang atu busuk, tangkainya utuh dan hijau segar, cemplungkan manggis ke dalam air. Bila terapung tandanya manggis tersebut bagus.

Melon

Buah ini biasanya dijual dalam keadaan cukup keras pada permukaannya. Namun, beberapa diantaranya mungkin sudah sangat masak, tapi sebagian lainnya belum sampai masak. Matangkan buah ini selama beberapa hari di ruang bertemperatur. Tapi saat memilih, hindari melon yang bagian kulitnya lembek, pilihlah yang wangi, Melon baik biasanya guratan uratnya banyak dan tebal, pilih melon yang terasa bijinya seolah sudah terlepas saat buah digoncang.

Nanas

Kunci untuk mempertahankan rasanya, jangan menantinya terlalu matang untuk disantap. Pilih buah nanas yang berwarna kuning cerah, yang tidak terlalu keras, dan beraroma manis. Pilih yang gemuk dan berat. Hindari yang warna kuningnya memudar, layu atau terlihat kecoklatan, atau terlihat kering pada keseluruhan bagian.

Pepaya
Bentuknya lurus atau panjang. Jangan pilih yang atasnya kecil bawahnya besar atau sebaliknya.

Pisang

Buah ini harusnya berwarna kuning atau hijau tanpa ada kecoklatan. Pisang termasuk jenis buah yang cepat matang, jadi pilihlah yang masih setengah matang. Berlawanan dengan kepercayaan populer, Anda bisa menyimpannya di lemari pendingin setelah buah ini matang. Kulitnya mungkin akan berubah warna jadi kegelapan, tapi di dalam rasanya masih tetap enak.

Pir

Buah ini layak dibeli saat dalam keadaan masih keras, tapi akan matang dengan cepat jika ditaruh di dapur Anda. Saat terasa agak empuk saat ditekan, waktunya Anda memindahkan buah ini ke lemari pendingin atau di sajikan.

Semangka

Untuk memilih buah ini, ketukan jari Anda pada buahnya, kalau terdengar suara bergema, buah itu yang terbaik. Putar semangka hingga Anda temukan titik bekas tangkainya. Jika berwarna kekuningan, semangka itu telah benar-benar matang, jika berwarna putih berarti belum matang. Setelah dipotong, sisa buah harus dimasukan kulkas dan dapat dimakan dalam beberapa hari.

Sawo
Pilihlah yang sudah berwarna coklat tua, jangan di pilih kalau di kulitnya masih menempel bekas getah.